Abortus atau keguguran merupakan kondisi yang cukup sering terjadi pada awal kehamilan. Bagi banyak pasangan, mengalami abortus tentu menjadi pengalaman yang menyedihkan sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, penting untuk memahami macam macam abortus, penyebab, ciri-ciri, serta risiko yang mungkin timbul agar dapat mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Wikipedia Bahasa Indonesia
Apa Itu Abortus?
Abortus adalah hilangnya janin atau embrio dari rahim sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Kondisi ini juga sering disebut sebagai keguguran. Abortus bisa terjadi secara spontan tanpa tindakan medis (abortus spontan) ataupun disengaja melalui prosedur medis tertentu (abortus terapeutik atau abortus provokatus). Dalam pembahasan kali ini, fokus utama adalah macam macam abortus spontan yang terjadi secara alami.
Macam Macam Abortus Berdasarkan Kondisi Klinis
Keguguran tidak selalu sama, ada beberapa jenis abortus yang dibedakan berdasarkan tanda dan kondisi janin serta rahim. Berikut ini adalah macam macam abortus yang perlu Anda ketahui:
1. Abortus Imminens (Abortus Threatened)
Abortus imminens ditandai dengan perdarahan ringan dari vagina dan nyeri perut bagian bawah yang muncul pada trimester pertama kehamilan, namun serviks masih tertutup rapat. Pada tahap ini, janin masih hidup dan terdapat harapan agar kehamilan dapat dipertahankan. Penanganan biasanya berupa istirahat dan pemantauan ketat oleh dokter kandungan.
2. Abortus Inevitable
Pada abortus inevitable, perdarahan vagina dan nyeri biasanya semakin berat. Serviks mulai membuka (dilatasi) sehingga janin tidak dapat dipertahankan lagi karena kemungkinan keguguran sudah tidak terelakkan. Pada kondisi ini, dokter biasanya akan memberikan penanganan medis untuk mengeluarkan jaringan kehamilan yang telah tidak hidup.
3. Abortus Incomplete
Abortus incomplete terjadi ketika sebagian dari janin atau plasenta masih tertinggal di dalam rahim setelah proses keguguran berlangsung. Gejala yang dirasakan bisa berupa perdarahan dan nyeri yang tidak kunjung reda. Kondisi ini memerlukan penanganan khusus seperti kuretase agar tidak terjadi infeksi atau komplikasi lain.
4. Abortus Complete
Abortus complete adalah kondisi keguguran di mana seluruh jaringan janin dan plasenta telah keluar dari rahim secara utuh tanpa tersisa. Perdarahan biasanya mulai berhenti dan nyeri mereda setelah proses ini selesai. Meski begitu, pemeriksaan medis tetap dianjurkan untuk memastikan rahim bersih dan tidak terjadi komplikasi.
5. Abortus Missed
Abortus missed terjadi ketika janin telah mati di dalam rahim, namun tubuh tidak meluruhkan jaringan kehamilan secara otomatis sehingga kehamilan tetap bertahan lebih lama dari seharusnya tanpa denyut jantung janin. Biasanya tidak disertai perdarahan atau nyeri yang signifikan sehingga sering baru diketahui lewat pemeriksaan USG.
6. Abortus Septicus
Abortus septicus adalah keguguran yang disertai infeksi serius pada rahim dan jaringan kehamilan. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti sepsis. Gejala yang muncul biasanya meliputi demam tinggi, nyeri hebat, bau tidak sedap dari cairan yang keluar, dan perdarahan abnormal. Penanganan segera dengan antibiotik dan tindakan medis sangat dibutuhkan.
Penyebab Abortus
Abortus bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut adalah beberapa penyebab utama keguguran spontan:
- Kelainan kromosom embrio: Faktor genetik yang paling sering menyebabkan janin tidak berkembang dengan baik.
- Infeksi: Infeksi tertentu seperti TORCH (Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes simplex) dapat meningkatkan risiko keguguran.
- Masalah hormonal: Ketidakseimbangan hormon progesteron dapat menyebabkan lapisan rahim tidak dapat mendukung kehamilan.
- Penyakit kronis pada ibu: Seperti diabetes, gangguan tiroid, penyakit autoimun, atau hipertensi yang tidak terkontrol.
- Faktor gaya hidup: Konsumsi alkohol, merokok, atau penggunaan obat-obatan terlarang dapat memengaruhi kesehatan janin.
- Kondisi fisik dan trauma: Cedera fisik atau stres berat juga dapat memicu abortus.
Tanda dan Gejala Abortus yang Perlu Diwaspadai
Mengetahui gejala abortus sejak dini sangat penting agar dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat. Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai selama kehamilan awal:
- Perdarahan dari vagina, mulai dari bercak hingga pendarahan berat
- Nyeri atau kram di perut bagian bawah
- Keluarnya cairan atau jaringan dari vagina
- Hilangnya tanda-tanda kehamilan seperti mual atau payudara membengkak
- Tidak terdapat detak jantung janin saat dilakukan pemeriksaan USG
Penanganan dan Pencegahan Abortus
Penanganan abortus tergantung pada jenis dan kondisi pasien. Beberapa langkah yang umum dilakukan meliputi:
- Istirahat dan monitoring: Terutama pada abortus imminens, di mana ibu perlu banyak istirahat dan menghindari aktivitas berat.
- Tindakan medis: Pada abortus inevitable atau incomplete, pembersihan rahim (kuretase) biasanya diperlukan untuk menghindari infeksi.
- Terapi antibiotik: Jika terdapat infeksi seperti pada abortus septicus.
- Pengawasan ketat oleh dokter: Melakukan pemeriksaan rutin untuk memantau perkembangan kehamilan selanjutnya.
Untuk pencegahan, ibu hamil disarankan melakukan perawatan kehamilan secara rutin, menjaga pola hidup sehat, menghindari stres berlebihan, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Selain itu, jika ada riwayat abortus sebelumnya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kandungan untuk penanganan khusus.
FAQ Seputar Macam Macam Abortus
Apa perbedaan abortus complete dan incomplete?
Abortus complete terjadi saat seluruh jaringan janin dan plasenta telah keluar dari rahim, sedangkan abortus incomplete masih meninggalkan sebagian jaringan di dalam rahim yang harus dikeluarkan secara medis agar tidak terjadi komplikasi.
Apakah setiap perdarahan saat hamil berarti abortus?
Tidak selalu. Perdarahan ringan pada awal kehamilan bisa disebabkan oleh implantasi atau faktor lain, namun sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk memastikan kondisi janin.
Bisakah kehamilan dilanjutkan setelah mengalami abortus imminens?
Bisa, asalkan mendapat penanganan yang tepat dan kondisi rahim serta janin memungkinkan. Istirahat cukup dan kontrol rutin penting untuk mencegah keguguran berulang.
Bagaimana cara mengetahui abortus missed?
Biasanya melalui pemeriksaan USG yang menunjukkan tidak adanya detak jantung janin, meski belum ada gejala perdarahan atau nyeri yang kuat.
Apakah abortus septicus bisa disembuhkan?
Bisa, jika ditangani segera dengan antibiotik dan tindakan medis yang tepat. Penundaan pengobatan dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan mengancam nyawa.